MENJADI PENGAWAS SEKOLAH YANG BAIK

Januari 9, 2010

Perkembangan dan tuntutan zaman bagi pengawas sekolah tahun demi tahun mengalami perbaikan. Sehingga antara generasi kepengawasan sekolah memang tidak perlu dipertentangkan apalagi dibanding-bandingkan, sebab tuntutannya juga sudah berbeda.

Keinginan setiap orang yang pasti adalah semakin baiknya kualitas hasil belajar karena setiap murid sekolah semakin hari semakin cerdas, ulet, tangguh dan pintar, dan tentunya memiliki budi-pekerti yang patut dipuji. Karena memiliki guru yang berwawasan luas selalu hadir di ruang kelasnya saat jadual pembelajaran berlangsung dalam keadaan kuat dan sehat lahir dan batin.Kelompok Kerja Pengawas Sekolah Barito Timur

Untuk itu semua diperlukan pengawas sekolah yang mampu bekerjasama dengan kepala sekolah, guru, siswa dan warga masyarakat pendidikan lainnya. Sebab sorang pengawas sekolah diharapkan memiliki kualifikasi pendidikan minimum magister (S2) kependidikan; yang tentunya sang pengawas sekolah juga sudah berbasis sarjana (S1) dari mata pelajaran yang pernah diampunya dan tentunya dari perguruan tinggi yang tidak diragukan akreditasinya.

Sebagai seorang pengawas sekolah harus mampu meningkatkan kompetensinya yang terdiri dari kompetensi kepribadian, kompetensi supervisi manajerial, kompetensi supervisi akademik, kompetensi evaluasi pendidikan, kompetensi penelitian pengambangan dan kompetensi sosial. Semuanya harus diperjuangkan dan dimantapkan oleh sang pengawas sekolah melalui kinerja yang terukur dan dapat dilihat hasil kerjanya. Dan yang pasti memerlukan dukungan semua pihak dalam mengejawantahkan kerangka acuan pelaksanaan tugas pengawas sekolah.

Kerberhasilan dimaksud diantaranya adalah berhasilnya siswa mengukir prestasi terbaiknya pada saat menjalani berbagai bentuk evaluasi hasil belajar yang dijalaninya. Dan tentunya itu disebabkan adanya guru yang kuat, sehat lahir dan batin serta berkualitas sehingga mampu melaksanakan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Karena dukungan kepala sekolah yang punya potensi sangat mengagumkan dalam mengayomi masyarakat sekolahnya yang beraneka ragam.

Tahun demi tahun akan terus berjalan mengevaluasi perkembangan pendidikan kita yang semakin hari dituntut eksistensinya. Dan semua orang boleh berkata banyak tentang pendidikan yang semakin hari akan mengalami perobahan yang luar biasa. Sementara yang tercecer adalah  mereka yang kurang semangat perubahannya untuk pembaharuan kualitas hidup yang lebih baik. Dan kita cenderung menudingnya sebagai korban dari virus kemiskinan dan kemalasan, yang perlu secara bersama-sama kita memerangi dan menghancurkan secara tuntas.


November 11, 2009

MGMP Ampah


KKG & MGMP BARITO TIMUR

November 11, 2009

KKG LESTARI HAYAPING


CREDIT UNION SUMBER REJEKI

Oktober 2, 2009

Perkembangan gerakan koperasi di Indonesia mengalami pasang surut yang luar biasa. Karena lebih banyak koperasi yang hilang tanpa kuburan daripada yang tetap eksis bertahan walaupun “hidup segan mati tak mau”. Walau pun masih ada koperasi yang tetap berjaya dengan sistem pengelolaan yang bagus.
Demikian juga Undang-undang yang memayungi gerakan koperasi setiap saat seperti mau diganti karena belum sesuai dengan tuntutan dan keinginan masyarakat banyak. Demikian juga peraturan yang melandasinya, belum ada yang cocok benar dengan keinginan masyarakat miskin yang punya keinginan berkoperasi, tetapi belum punya kemauan untuk bergabung dalam gerakan koperasi, karena kemiskinannya. Padahal masyarakat miskinlah yang paling banyak jumlahnya dan sangat perlu berkoperasi.
Menjawab tantangan terhadap perubahan tersebut di Kalimantan Tengah khususnya yang berdomisili di daerah aliran sungai barito, yang dimulai oleh warga Ampah yang letaknya 45 Km dari Tamianglayang ibukota Kabupaten Barito Timur pada tahun 1999 didirikanlah CREDIT UNION SUMBER REJEKI dengan beranggotakan kurang dari 100 orang.
Dalam modal serba sedikit dan anggota dan pengurus yang masih minim pengetahuan tentang perkoperasian versi Credit Union (CU), maka dikirimlah beberapa anggota untuk mengkaji cara pengelolaan CU ke Kalimantan Barat dengan bertandang ke CU Pancur Kasih. Dari sana dengan bermodal pengetahuan dasar tentang CU pada pendiri CU melaksanakan gerak-langkah pengembangan ekonomi kerakyatan yang sangat menyentuh kehidupan warganya.
Sejak itu CU terus bertumbuh dan merambah keberbagai wilayah sehingga sampai saat ini bukan saja Ampah, Ugangsayu dan Patas tetapi telah menembus wilayah lainnya. Seperti Tamianglayang, Buntok, Muarateweh, Kandui, Nihan, Purukcahu, Batukambar, Loksado dan Banjarmasin.
Kemajuan CU yang sangat pesat mampu menumbuhkan laju pertumbuhan ekonomi di wilayahnya karena telah menyentuh hampir 20.000 anggota di kawasan tersebut dengan jumlah asset telah mencapai lebih dari 150 miliar rupiah.
Koperasi Kredit CU yang bertumbuh bersama jamannya dan ditangani sejara bijak dan cerdas oleh para penyelenggaranya, membuat perkembangannya semakin pesat. terlebih lagi kesadaran anggota yang sangat tinggi terhadap keinginan untuk berinvestasi secara sederhana tetapi cerdas membuat lembaga ini semakin dicintai warganya.
Saat ini apabila kita membaca bagian yang satu ini, adalah saaynya juga untuk menentukan pilihan terbaik mengamankan keuangan pribadi untuk menuju kebebasan finansial yang menjanjikan.
Untuk memperoleh keterangan lebih lanjut dapat dihubungi: http://www.cu.sr.com atau cusumberrejeki_ampah@yahoo.com.


KOBARKAN SEMANGAT BARU

Januari 21, 2009

Memasuki tahun yang baru semestinya diawali dengan tekad dan semangat baru, agar segala sesuatu yang ingin diukir sepanjang tahun mendatang akan dapat dimantapkan dengan penuh keyakinan serta mencapai hasil yang paling maksimal.

Pembaharuan disegala bidang seakan menjadi tujuan semua orang, keinginan untuk mendapatkan sesuatu yang baru sudah lumrah karena semua orang juga menginginkannya. Hanya untuk mendapatkan sesuatu yang baru setiap orang dapat memberikan apa saja yang terbaik.

Kita memerlukan pendorong semangat seperti mesin yang berkekuatan 100 tenaga kuda, agar segenap potensi yang kita miliki semuanya bisa sinergis dengan tujuan yang akan kita capai; hanya saja mesin seperti itu susah mencarinya dimanapun tempatnya agar  kita bisa membelinya. Karena semuanya tidak bisa dibayar dengan uang, tetapi diperlukan semangat dan kemauan.

Pada saatnya kita memerlukan orang-orang seperti: Andri Wongso, Mario Teguh, Gede Prama, Tung Desem Waringin, Eni Kusuma, Irianti Erningpraja, Robert T.Koyosaki atau Barak Obama. Untuk dapat membangkitkan semangat baru bagi kita, sehingga dapat terus maju pantang mundur. Jadi tidak ada salahnyanya kita juga rajin baca buku yang ditulis para motivator yang cerdas dan berani dan mempraktekkan dalam kehidupan kita setiap hari. Atau ikut hadir pada pertemuan yang mereka adakan. Dan sudah waktunya kita tidak hanya terpaku pada sesuatu yang memukau dan mempersona, tetapi lebih bergairah terhadap sesuatu yang membangkitkan semangat dan mengobarkan cita-cita yang pernah pupus. Karena kinilah saatnya kita semua bangkit dan bangun untuk memperbaharui semangat hidup kita untuk terus berjuang dan bekerja dengan sungguh-sungguh serta melakukan yang terbaik bagi diri kita dan semua orang.

Berbuat baik adalah amanah bagi setiap orang, karena orang yang tahu bahwa yang baik dan harus dilakukan tetapi tidak melakukannya, maka orang tersebut sudah melakukan pelanggaran yang fatal. Dan kepadanya harus dikenakan hukuman yang setimpal dengan pelanggarannya. Oleh sebab itu  agar setiap orang jangan sampai mendapat hukuman, maka lakukanlah yang terbaik pada setiap pekerjaan yang dilakukan atau pada setiap perjuangan yang diperjuangkan.


GURU BERMUTU BERSAMA MGMP

September 1, 2008

Ada keinginan untuk meningkatkan profesional GURU melalui optimalisasi peran dan aktivitas MGMP [Musyawarah Guru Mata Pelajaran] dan ini mulai digulirkan dalam program Better Education through Reformed Management Universal Teacher Upgriding  (kalau mau disingkat menjadi: BERMUTU) oleh Departemen Pendidikan Nasional  dengan melibatkan PMPTK (Bindiklat & Profesi), DIKTI (Ketenagaan), Pemerintah Daerah/Dinas Pendidikan, P4TK, LPMP, LPTK, Kelompok Kerja (Guru, Kepala Sekolah & Pengawas), JARDIKNAS (Putekkom) dan Balitbang (Puspendik).

Dan sekarang yang diharapkan adalah kesungguhan dan tekad untuk berani memperbaiki dan memperbaharui diri bagi setiap guru serta punya kemauan untuk bergabung dalam MGMP. Dan ikut serta mereformasi organisasi ini menjadi bentuk yang padu dan padan dengan tuntutan pembelajaran masa kini. Sehingga dalam MGMP, guru dapat memperluas wawasan dan pengetahuan dalam berbagai hal khususnya penguasaan substansi materi pembelajaran, penyusunan silabus, penyusunan bahan-bahan pembelajaran, strategi pembelajaran, metode pembelajaran, memaksimalkan pemakaian sarana/prtasarana belajar dan memanfaatkan sumber belajar. Berbagi pengalaman juga akan menghantar guru menjadi lebih percaya diri dan merasa mendapat bantuan dan umpan balik dalam proses pembelajaran. Dan semua aktivitas dalam MGMP akan menghantar guru lebih berpengetahuan dan lebih terampil dalam langkah pembaharuan pembelajaran yang menyenangkan dan bermartabat. Dengan demikian akan memperindah budaya kerja guru menjadi lebih bergairah dalam mengajar dan tentunya kinerja guru akan semakin baik yang tentunya akan menuntun siswa menjadi lebih punya semangat dalam belajar dan tentunya prestasi dan hasil belajar peserta didik akan lebih jelas dan transparan.

Sekarang bagaimana kita harus berkegiatan bersama, agar guru tidak lagi terpinggirkan, bagaimana kita yang sudah menggondol sertifikat guru mampu menunjukkan kemampuan kerja yang lebih baik lagi, dan dapat diteladani ? Dan terlebih lagi bagi yang belum memperoleh kesempatan mengikuti sertifikasi guru dapat lebih bergairah menata kerjanya lebih indah dan lebih bermakna. Agar semua peserta didik memperoleh kesempatan belajar yang paling bermutu dari guru yang bermutu.

Tentunya semua berpulang kepada  kemampuan mengokohkan: Kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional dan sosial; sebagaimana tertuang dalam PP nomor 19 tahun 2005 secara bersama-sama dalam wadah yang kuat dengan didukung orang/manusia yang punya tanggung-jawab moral yang tinggi. Dan perjuangan ini memerlukan kesungguhan dan kejujuran dari semua pihak yang terlibat didalamnya. Berpenghasilan yang sangat cukup bukanlah cita-cita akhir bagi guru, sebab yang menjadi harapan guru adalah mampu mengamalkan ilmu dan ketrampilan untuk meningkatkan mutu dan proses belajar mengajar yang bermanfaat bagi kepentingan pendidikan. 

Dalam MGMP, pembenahan manajemen perlu dioptimalkan dan program harus padu/padan dengan kebutuhan guru, transformasi (perubahan) yang lebih kreatif dan inovatif dalam proses pembelajaran serta peran serta Pemerintah Daerah secara kelembagaan perlu terus diperuncing; sehingga semua guru akan mendapat perhatian yang baik dan angka kredit yang terhimpun untuk kenaikan pangkat/jabatan berikutnya akan lebih mulus dan pada waktunya semua aktivitas guru dilapangan akan disetarakan dengan perolehan SKS bagi mata kuliah tertentu di perguruan tinggi. Yang pada waktunya guru punya kemampuan melakukan penelitian dan pengembangan bagi kemajuan pendidikan yang bermutu.


Budaya Baca & Mutu Pendidikan

Agustus 9, 2008

Entah mengapa budaya baca semakin sering ditinggalkan dan terlupakan tetapi gambar hidup dilayar kaca semakin tinggi peringkat para peminatnya, sementara jumlah buku yang terbaca semakin berkurang. Terlebih bila dibandingkan dengan jumlah penduduk terhadap penerbitan buku setiap tahun di Indonesia untuk dibandingkan dengan negara lain seperti Cina, Amerika, Jepang dan Singapura. Malu rasanya kalau tahu berapa buku baru yang terbit setiap tahun di negara-negara tersebut dibandingkan dengan negeri sendiri. Itu karena kurangnya tumbuh minat baca dikalangan anak negeri. Sementara kualitas pendidikan dan pendidikan yang berkualitas dapat lebih semarak dan punya nilai lebih kalau segenap anak negeri ini rajin dan tekun membaca; dengan kata lain: gemar membaca.

Sebab kualitas pendidikan dan pendidikan yang bermutu bukan hanya berdasarkan perolehan atau hasil dari “angka kelulusan” atau “nilai ujian nasional”, tetapi yang paling utama adalah kemampuan membaca dan cara memanfaatkan buku itu sendiri oleh setiap pengguna buku. Ketidak mampuan meningkatkan kualitas pembelajaran sering terkendala oleh keterbatasan buku dan ketidak mampuan membaca buku. Keterbatasan teks utama dan penunjang serta literatur pendukung akan ikut mewarnai kualitas pembelajaran; itu semua orang tahu. Tetapi upaya untuk mengadakannya bagi setiap institusi pendidikan, itu yang sangat memperihatinkan. Sehingga diperlukan keseriusan semua pihak untuk dapat menyediakan buku yang cukup bagi dunia pendidikan yang maha luas ini.

Sebab dengan demikian kehidupan keluarga akan menjadi lebih berkualitas jika buku menjadi konsumsi utamanya; seisi rumah akan menjadi lebih berkualitas jika semuanya gemar membaca. Sebab budaya membaca itu lahir dari rumah-tangga yang orang didalamnya punya kebiasaan membaca yang tumbuh dengan subur.  Sehingga tidak dapat dipungkiri jika anak-anak cerdas yang sering menang dalam berbagai lomba baik ditingkat desa atau internasional, selalu datang dari wilayah yang budaya membacanya baik.

Pola pembelajaran hanya dengan menekankan unsur menghafal dalam memberi penilaian, perlu ditinjau ulang. Apabila budaya membaca dapat diperbaiki. Karena dengan banyak membaca secara individual anak menjadi lebih kritis dalam berpikir, dapat bereksperimen, berani mengemukakan pendapat dan bertanya, menolak atau menerima sesuatu dengan argumen yang jelas-tegas menyenangkan dan cerdas. Dari membaca banyak hal akan tumbuh subur seperti mengembangkan daya-pikir dan imajinasi yang pada saatnya juga dapat menumbuhkan kretivitas.

Bangsa yang besar dan berkualitas boleh jadi harus menghargai para pahlawan pendahulunya, tetapi agar menjadi bangsa yang besar berkualitas dan bermartabat perlu perjuangan yang terus-menerus dimana buku yang dilahirkan oleh para pahlawan pemikir yang cerdas, tetap dan harus menjadi pohon penunjang utama perjuangan meningkatkan mutu pendidikan bangsa dengan mencerdaskan seluruh bangsa ini serta menumbuhkan pendidikan yang berkualitas.

Karena jikalau ingin cerdas berkualitas dan bermartabat harus rajin dan gemar membaca !


Pengawasan Sekolah

Juni 3, 2008

Masih baru serasa menjadi Pengawas Sekolah selama enam tahun dan harus mengunjungi berbagai sekolahan untuk menilai dari dekat kinerja para penyelenggaranya. Untuk dapat memberikan pembinaan secara berkesinambungan supaya menjadi lebih baik. Semasa saya menjadi guru selama lebih dari tiga puluh tahunan, masih boleh dihitung dengan jari tangan kanan ada berapa Pengawas Sekolah yang datang mengunjungi saya ke kelas atau ke ruang kerja. Atau selama delapan belas tahun menjadi Kepala Sekolah juga boleh dihitung dengan jumlah jari ditangan kiri berapa kali ya Pengawas Sekolah bertandang ?  Dan sekarang ketika saya harus menjadi Pengawas Sekolah sangat terasa banyak kali sudah bertandang ke Kepala Sekolah [Khusus Binaan] melihat pertumbuhan dan kemajuan serta kinerjanya yang masih sarat dan berat untuk menjadi lebih baik, walaupun upaya ke arah sana selalu diperjuangkan. Banyak kendala yang yang menghambat dan menyumbat kretivitas pimpinan sekolah, tetapi lebih banyak lagi terasa hentakan dari dalam yang ikut punya andil memperlambat laju kemajuan yang ingin dilintasi. Tetapi kendala utamanya karena masih banyak para petinggi yang belum mempelajari tentang 8 Standar Nasional Pendidikan yang harus menjadi tolok ukur standar untuk setiap kemajuan yang ingin dicapai. Nah standar ini yang betul-betul harus distandarkan terlebih dahulu, baru yang lainnya akan mudah bergulir.

Gurunya bagaimana ? Kalau yang menjadi tolok ukurnya pribadi saya sebagai guru dimasa lalu, tentu keadaannya seperti tidak terlalu jauh berbeda tetapi kalau soal semangat atau powernya dalam melaksanakan tugas jelas yang lalu jauh lebih baik. Tetapi karena standar yang beda, jadi sangat terasa kekurangan dan kemerosotan dalam proses pembelajaran di kelas, walaupun masih bisa ditutupi dengan pengelolaan administrasi yang kelihatannya agar bagus walaupun ya… mengadopsi dari berbagai sumber yang tidak setara dengan tempat tugasnya.

Tetapi ada banyak guru yang gigih luar-biasa dan selalu memperbaharui kerangka kerjanya dengan menampilkan proforma baru pembelajaran yang mengagumkan, dan masih mau berlelah mengelola kelas dengan pembelajaran yang menyenangkan. Tetapi bila dibanding dengan banyaknya jumlah guru, tentunya kelopok yang militan ini belum terlalu banyak. Sementara yang sangat diperlukan adalah, pertumbuhan kelompok baru ini mampu menggerakkan guru-guru yang lain untuk menjadi lebih baik lagi. Dan itu semua memerlukan waktu, tenaga dan dana yang tidak murah. Karena semuanya perlu subsidi yang layak untuk dapat menimba kemajuan yang diharapkan.

Ada kata kunci yang perlu ditawarkan kepada semua pihak yang tertibat dalam dunia kependidikan, untuk dapat terus meramu kinerja menjadi lebih baik, yaitu: Kemauan untuk memperbaharui diri menjadi lebih baik mulai dari perencanaan, pelaksanaan tugas dan kinerja serta penilaian terhadap siswa maupun aparat lainnya. Semoga dengan demikian kemajuan yang menjadi harapan dapat segera kita capai bersama.


BELAJAR DARI BAHTERA KEHIDUPAN

Mei 29, 2008

Kalau saja orang bilang ketika kita mengawali membangun rumah tangga melalui pernikahan, kita seperti memasuki bahtera rumah tangga menuju pantai nan bahagia. Dan ketika bahtera itu sudah melintasi 33 tahun pengembaraannya, tentu banyak yang ingin dilihat ulang… ya menoleh sebentar ke belakang.          Ada apa gerangan ?

Kalau baru mengawali dan masih segar segalanya seperti sangat indah, indah dan indah sekali. Hari-hari bertebaran madu yang manis, semanis-manisnya. Tiada hari tanpa sukacita dan canda-ria, amboi !     Tetapi pada saat hari berganti minggu dan selanjutnya bulan berganti tahun; ketika segala-galanya mulai bertambah dan bertambah: mungkin harta-benda, mungkin utang-piutang, boleh juga manusianya atau hewan peliharaan atau rumput dan sampah. Boleh jadi kerabat dan teman dengan segala sesuatu yang terus bertambah akan membawa perubahan yang beda dan membuat suasana yang beda juga, sehingga keadaan yang semula terasa sejuk, adem dan statis……. akan berubah menjadi panas, dinamis dan bergejolak. Tetapi begitulah kenyataan kehidupan ini, karena secara perlahan perubahan pasti akan terjadi, hanya saja menyikapi perubahan itu yang harus dapat ditata dengan sebaik-baiknya.

Ternyata dalam kehidupan ini ketika kita harus konsisten dengan konsep juang yang telah kita tekuni selama ini, masih ada konsep-konsep itu yang harus diperbaharui, dimodifikasi ulang agar padan dan sesuai dengan pasangan hidup kita. Hanya dengan demikian perbenturan konsep tidak menimbulkan retak yang parah, atau perpecahan yang menghanguskan; karena melalui jalinan kerja-sama yang padu dan padan akan melahirkan konsep juang yang lebih indah dan sinkron dengan kebutuhan hidup yang sebenarnya dan yang memang benar-benar diperlukan. Terlebih lagi tantangan kehidupan itu sendiri tidaklah semudah dan segampang bertutur dan berucap tetapi menghayati dan mengarunginya yang akan memerlukan ketrampilan hidup. Sedikit banyaknya latar belakang masing-masing pasangan ikut memberi warna-warni dalam setiap langkah dan denyut kehidupan itu sendiri.

Hari-hari akan terasa indah jika secara bersama-sama dapat melakukan setiap pekerjaan dalam kebersamaan, mungkin saja dalam pemikiran jika mungkin dilanjutkan dengan tindakan dan bekerja sama dalam menyelesaikannya. Walaupun hal ini tidak dapat senantiasa dilakukan, tetapi menciptakan saat kebersamaan dalam pikir, tutur dan tindakan harus terus menerus dipikirkan, dipersiapkan dan dijalani. Sampai keruang-lingkup ibadah.

Ibadah terkadang hanya difokuskan pada saat berada di tempat ibadah; atau tempat khusus lainnya dimana sedang berlangsung ibadah. Tetapi pada kenyataannya bahwa segala sesuatu yang kita ingin orang lain boleh melakukannya untuk kita dan kita dapat melakukannya bagi orang lain, itulah ibadah yang sejati. Sehingga doa yang kita kumandangkan harus dinampakkan dalam perangai dan perbuatan keseharian kita. Mungkin hari ini kita perlu berbagi rasa dengan pasangan hidup kita, tentang sesuatu yang belum pernah kita lakukan bersama atau kita telah melupakan betapa pentingnya menghidupkan kembali jalinan silaturakhmi yang telah lama tenggelam. Agar jalinan tangan kehidupan terus mengalir hangat dalam sapa dan senyum yang juga perlu terus ditebar sepanjang hari bersama pasangan, handai-taulan, sahabat dan keluarga kita. Hanya dengan demikian semangat juang akan terus membara mengobarkan semangat kebangkitan yang merdeka.          

Menjalankan perintah TUHAN, setiap hari adalah amanah yang harus dijalankan selama hayat dikandung badan. Dan ikut serta dalam berbagai kegiatan di tempat ibadah juga merupakan kewajiban yang tidak harus ditunda terus. Kehadiran dan keikutsertaan kita adalah bukti dari bakti kita kepada Yang Maha Esa.

Sehingga keseimbangan dalam kerja yang dapat memenuhi hajat-hidup dengan kerja dan doa sebagai perwujudan ibadah harus terus terpelihara dalam keseimbangan dan kebersamaan. Karena dengan demikian akan menjadi pola hidup yang terpola menjadi lebih sehat lahir dan batin. Dan jika hal itu terwujud maka kita akan semakin trampil bekerja dalam mendharma-baktikan pengabdian kita bagi kepentingan banyak orang, sehingga hidup kita tidak akan sia-sia. Moga semakin bermakna dan berarti bagi kita semua.


Tentang Saya

Mei 27, 2008

29 Agustus 1950 saat pengakuan kedaulatan atas Republik Indonesia pada KMB di DenHaag-Nederland; saya dilahirkan juga di Balikpapan. Melalui seorang Ibu [RS Unri] asal Dayak Kalimantan dan Bapak [Herman Salassa] asal Maluku yang menikah di Tamianglayang. Sekarang berkecimpung di dunia pendidikan khususnya di kawasan Barito Timur-Kalimantan Tengah-Indonesia. Meniti suasana bahagia, rukun dan ribut bersama pendamping setia SAKONIE asal Tewahpupuh/Kalteng juga dimeriahi 3-anak, 2-menantu & 2-cucu.

Keinginan untuk bertandang keberbagai lahan, membuat sahabat saya: Budi, berkenan memperkenalkan situs baru ini sebagai wahana berbagi pengalaman; terima kasih yang tiada tara atas dukungannya.

Selamat berjumpa dengan sahabat dan rekan semua !