29 Agustus 1950 saat pengakuan kedaulatan atas Republik Indonesia pada KMB di DenHaag-Nederland; saya dilahirkan juga di Balikpapan. Melalui seorang Ibu [RS Unri] asal Dayak Kalimantan dan Bapak [Herman Salassa] asal Maluku yang menikah di Tamianglayang. Sekarang berkecimpung di dunia pendidikan khususnya di kawasan Barito Timur-Kalimantan Tengah-Indonesia. Meniti suasana bahagia, rukun dan ribut bersama pendamping setia SAKONIE asal Tewahpupuh/Kalteng juga dimeriahi 3-anak, 2-menantu & 2-cucu.
Keinginan untuk bertandang keberbagai lahan, membuat sahabat saya: Budi, berkenan memperkenalkan situs baru ini sebagai wahana berbagi pengalaman; terima kasih yang tiada tara atas dukungannya.
Selamat berjumpa dengan sahabat dan rekan semua !
satu lagi pendatang baru di Barito Timur yang akan menghiasi khasanah dunia blog.
Selamat berjuang, never giveup, keep writing
Terima kasih atas komentar dan kunjungannya yang manis.
HANYU HAUT METO’EH.. PUANG USAH AE BATINGKAH MASAM-MASAM… NYALAH KUNHIYAK AE.. MASA KECIL KURANG BAHAGIA YA PAK??? MUNGKIN WAKTU ITU JAMAN PURBAKALA… BELUM ADA TEKNOLOGI KOMPUTER.. KAMPUNGAN BANGEETT…. SAMPEYAN ITU….
KATROOOOOKKK…..
Membaca tulisan Bapak saya sangat terharu dan salut, karena hampir 15 tahun tidak pernah bertemu Bapak. Ingat betul aku waktu kelas 1, 2 SMPN Tamiang Layang dulu menjadi murid Bapak antara yang aku ingat dan selalu juara kelas(aku, Tri Arindani Prihatin dan Ara). Bapak seorang motivator yang handal. Kalau boleh jujur aku bangga pernah menjadi murid Bapak. Mengajar dan memberi semangat kepada siswanya yang luar biasa manfaatnya. Bapak sangat luar biasa diantara guru yang pernah mengajari kami. Teruskan tulisan ini Pak, bahkan kalau bisa dibukukan. Aku terharu dengan talenta menulis dan motivator Bapak yang tetap menyala. Semoga Tuhan yang membalas kebaikan Bapak,
Salam hormat saya,
Dr.Ir.Saputera,M.Si
Sapitra Yth,
Saya lebih bangga lagi punya murid yang luar biasa seperti Anda sekarang ini…….
Moga selalu tinggi semangat perjuangannya dan selalu sukses
Tabe & terima kasih