MENJADI PENGAWAS SEKOLAH YANG BAIK

Januari 9, 2010

Perkembangan dan tuntutan zaman bagi pengawas sekolah tahun demi tahun mengalami perbaikan. Sehingga antara generasi kepengawasan sekolah memang tidak perlu dipertentangkan apalagi dibanding-bandingkan, sebab tuntutannya juga sudah berbeda.

Keinginan setiap orang yang pasti adalah semakin baiknya kualitas hasil belajar karena setiap murid sekolah semakin hari semakin cerdas, ulet, tangguh dan pintar, dan tentunya memiliki budi-pekerti yang patut dipuji. Karena memiliki guru yang berwawasan luas selalu hadir di ruang kelasnya saat jadual pembelajaran berlangsung dalam keadaan kuat dan sehat lahir dan batin.Kelompok Kerja Pengawas Sekolah Barito Timur

Untuk itu semua diperlukan pengawas sekolah yang mampu bekerjasama dengan kepala sekolah, guru, siswa dan warga masyarakat pendidikan lainnya. Sebab sorang pengawas sekolah diharapkan memiliki kualifikasi pendidikan minimum magister (S2) kependidikan; yang tentunya sang pengawas sekolah juga sudah berbasis sarjana (S1) dari mata pelajaran yang pernah diampunya dan tentunya dari perguruan tinggi yang tidak diragukan akreditasinya.

Sebagai seorang pengawas sekolah harus mampu meningkatkan kompetensinya yang terdiri dari kompetensi kepribadian, kompetensi supervisi manajerial, kompetensi supervisi akademik, kompetensi evaluasi pendidikan, kompetensi penelitian pengambangan dan kompetensi sosial. Semuanya harus diperjuangkan dan dimantapkan oleh sang pengawas sekolah melalui kinerja yang terukur dan dapat dilihat hasil kerjanya. Dan yang pasti memerlukan dukungan semua pihak dalam mengejawantahkan kerangka acuan pelaksanaan tugas pengawas sekolah.

Kerberhasilan dimaksud diantaranya adalah berhasilnya siswa mengukir prestasi terbaiknya pada saat menjalani berbagai bentuk evaluasi hasil belajar yang dijalaninya. Dan tentunya itu disebabkan adanya guru yang kuat, sehat lahir dan batin serta berkualitas sehingga mampu melaksanakan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Karena dukungan kepala sekolah yang punya potensi sangat mengagumkan dalam mengayomi masyarakat sekolahnya yang beraneka ragam.

Tahun demi tahun akan terus berjalan mengevaluasi perkembangan pendidikan kita yang semakin hari dituntut eksistensinya. Dan semua orang boleh berkata banyak tentang pendidikan yang semakin hari akan mengalami perobahan yang luar biasa. Sementara yang tercecer adalah  mereka yang kurang semangat perubahannya untuk pembaharuan kualitas hidup yang lebih baik. Dan kita cenderung menudingnya sebagai korban dari virus kemiskinan dan kemalasan, yang perlu secara bersama-sama kita memerangi dan menghancurkan secara tuntas.


Budaya Baca & Mutu Pendidikan

Agustus 9, 2008

Entah mengapa budaya baca semakin sering ditinggalkan dan terlupakan tetapi gambar hidup dilayar kaca semakin tinggi peringkat para peminatnya, sementara jumlah buku yang terbaca semakin berkurang. Terlebih bila dibandingkan dengan jumlah penduduk terhadap penerbitan buku setiap tahun di Indonesia untuk dibandingkan dengan negara lain seperti Cina, Amerika, Jepang dan Singapura. Malu rasanya kalau tahu berapa buku baru yang terbit setiap tahun di negara-negara tersebut dibandingkan dengan negeri sendiri. Itu karena kurangnya tumbuh minat baca dikalangan anak negeri. Sementara kualitas pendidikan dan pendidikan yang berkualitas dapat lebih semarak dan punya nilai lebih kalau segenap anak negeri ini rajin dan tekun membaca; dengan kata lain: gemar membaca.

Sebab kualitas pendidikan dan pendidikan yang bermutu bukan hanya berdasarkan perolehan atau hasil dari “angka kelulusan” atau “nilai ujian nasional”, tetapi yang paling utama adalah kemampuan membaca dan cara memanfaatkan buku itu sendiri oleh setiap pengguna buku. Ketidak mampuan meningkatkan kualitas pembelajaran sering terkendala oleh keterbatasan buku dan ketidak mampuan membaca buku. Keterbatasan teks utama dan penunjang serta literatur pendukung akan ikut mewarnai kualitas pembelajaran; itu semua orang tahu. Tetapi upaya untuk mengadakannya bagi setiap institusi pendidikan, itu yang sangat memperihatinkan. Sehingga diperlukan keseriusan semua pihak untuk dapat menyediakan buku yang cukup bagi dunia pendidikan yang maha luas ini.

Sebab dengan demikian kehidupan keluarga akan menjadi lebih berkualitas jika buku menjadi konsumsi utamanya; seisi rumah akan menjadi lebih berkualitas jika semuanya gemar membaca. Sebab budaya membaca itu lahir dari rumah-tangga yang orang didalamnya punya kebiasaan membaca yang tumbuh dengan subur.  Sehingga tidak dapat dipungkiri jika anak-anak cerdas yang sering menang dalam berbagai lomba baik ditingkat desa atau internasional, selalu datang dari wilayah yang budaya membacanya baik.

Pola pembelajaran hanya dengan menekankan unsur menghafal dalam memberi penilaian, perlu ditinjau ulang. Apabila budaya membaca dapat diperbaiki. Karena dengan banyak membaca secara individual anak menjadi lebih kritis dalam berpikir, dapat bereksperimen, berani mengemukakan pendapat dan bertanya, menolak atau menerima sesuatu dengan argumen yang jelas-tegas menyenangkan dan cerdas. Dari membaca banyak hal akan tumbuh subur seperti mengembangkan daya-pikir dan imajinasi yang pada saatnya juga dapat menumbuhkan kretivitas.

Bangsa yang besar dan berkualitas boleh jadi harus menghargai para pahlawan pendahulunya, tetapi agar menjadi bangsa yang besar berkualitas dan bermartabat perlu perjuangan yang terus-menerus dimana buku yang dilahirkan oleh para pahlawan pemikir yang cerdas, tetap dan harus menjadi pohon penunjang utama perjuangan meningkatkan mutu pendidikan bangsa dengan mencerdaskan seluruh bangsa ini serta menumbuhkan pendidikan yang berkualitas.

Karena jikalau ingin cerdas berkualitas dan bermartabat harus rajin dan gemar membaca !


BELAJAR DARI BAHTERA KEHIDUPAN

Mei 29, 2008

Kalau saja orang bilang ketika kita mengawali membangun rumah tangga melalui pernikahan, kita seperti memasuki bahtera rumah tangga menuju pantai nan bahagia. Dan ketika bahtera itu sudah melintasi 33 tahun pengembaraannya, tentu banyak yang ingin dilihat ulang… ya menoleh sebentar ke belakang.          Ada apa gerangan ?

Kalau baru mengawali dan masih segar segalanya seperti sangat indah, indah dan indah sekali. Hari-hari bertebaran madu yang manis, semanis-manisnya. Tiada hari tanpa sukacita dan canda-ria, amboi !     Tetapi pada saat hari berganti minggu dan selanjutnya bulan berganti tahun; ketika segala-galanya mulai bertambah dan bertambah: mungkin harta-benda, mungkin utang-piutang, boleh juga manusianya atau hewan peliharaan atau rumput dan sampah. Boleh jadi kerabat dan teman dengan segala sesuatu yang terus bertambah akan membawa perubahan yang beda dan membuat suasana yang beda juga, sehingga keadaan yang semula terasa sejuk, adem dan statis……. akan berubah menjadi panas, dinamis dan bergejolak. Tetapi begitulah kenyataan kehidupan ini, karena secara perlahan perubahan pasti akan terjadi, hanya saja menyikapi perubahan itu yang harus dapat ditata dengan sebaik-baiknya.

Ternyata dalam kehidupan ini ketika kita harus konsisten dengan konsep juang yang telah kita tekuni selama ini, masih ada konsep-konsep itu yang harus diperbaharui, dimodifikasi ulang agar padan dan sesuai dengan pasangan hidup kita. Hanya dengan demikian perbenturan konsep tidak menimbulkan retak yang parah, atau perpecahan yang menghanguskan; karena melalui jalinan kerja-sama yang padu dan padan akan melahirkan konsep juang yang lebih indah dan sinkron dengan kebutuhan hidup yang sebenarnya dan yang memang benar-benar diperlukan. Terlebih lagi tantangan kehidupan itu sendiri tidaklah semudah dan segampang bertutur dan berucap tetapi menghayati dan mengarunginya yang akan memerlukan ketrampilan hidup. Sedikit banyaknya latar belakang masing-masing pasangan ikut memberi warna-warni dalam setiap langkah dan denyut kehidupan itu sendiri.

Hari-hari akan terasa indah jika secara bersama-sama dapat melakukan setiap pekerjaan dalam kebersamaan, mungkin saja dalam pemikiran jika mungkin dilanjutkan dengan tindakan dan bekerja sama dalam menyelesaikannya. Walaupun hal ini tidak dapat senantiasa dilakukan, tetapi menciptakan saat kebersamaan dalam pikir, tutur dan tindakan harus terus menerus dipikirkan, dipersiapkan dan dijalani. Sampai keruang-lingkup ibadah.

Ibadah terkadang hanya difokuskan pada saat berada di tempat ibadah; atau tempat khusus lainnya dimana sedang berlangsung ibadah. Tetapi pada kenyataannya bahwa segala sesuatu yang kita ingin orang lain boleh melakukannya untuk kita dan kita dapat melakukannya bagi orang lain, itulah ibadah yang sejati. Sehingga doa yang kita kumandangkan harus dinampakkan dalam perangai dan perbuatan keseharian kita. Mungkin hari ini kita perlu berbagi rasa dengan pasangan hidup kita, tentang sesuatu yang belum pernah kita lakukan bersama atau kita telah melupakan betapa pentingnya menghidupkan kembali jalinan silaturakhmi yang telah lama tenggelam. Agar jalinan tangan kehidupan terus mengalir hangat dalam sapa dan senyum yang juga perlu terus ditebar sepanjang hari bersama pasangan, handai-taulan, sahabat dan keluarga kita. Hanya dengan demikian semangat juang akan terus membara mengobarkan semangat kebangkitan yang merdeka.          

Menjalankan perintah TUHAN, setiap hari adalah amanah yang harus dijalankan selama hayat dikandung badan. Dan ikut serta dalam berbagai kegiatan di tempat ibadah juga merupakan kewajiban yang tidak harus ditunda terus. Kehadiran dan keikutsertaan kita adalah bukti dari bakti kita kepada Yang Maha Esa.

Sehingga keseimbangan dalam kerja yang dapat memenuhi hajat-hidup dengan kerja dan doa sebagai perwujudan ibadah harus terus terpelihara dalam keseimbangan dan kebersamaan. Karena dengan demikian akan menjadi pola hidup yang terpola menjadi lebih sehat lahir dan batin. Dan jika hal itu terwujud maka kita akan semakin trampil bekerja dalam mendharma-baktikan pengabdian kita bagi kepentingan banyak orang, sehingga hidup kita tidak akan sia-sia. Moga semakin bermakna dan berarti bagi kita semua.


Selamat Datang

Mei 26, 2008

Selamat Datang di Blog sederhana tempat kita saling bertukar informasi dan saling berkomunikasi untuk menjalin persatuan antarsesama pendidik dan tenaga kependidikan


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.