Sekolah sebagai Taman yang Menyenangkan

Desember 10, 2015

Bukan tanpa alasan Ki Hadjar Dewantara menggunakan istilah “Taman” sebagai konsep pendidikannya.  Taman berarti sebuah tempat bermain. Teduh, tenang, dan tentunya menyenangkan. Anak-anak senantiasa gembira berada di taman. Mereka dengan senang hati menghabiskan waktu di taman.

Ki Hadjar ingin konsep pendidikan seperti sebuah taman. Pendidikan haruslah menyenangkan, belajar adalah proses kegembiraan.
Ketika lonceng sekolah berbunyi semestinya sebuah tanda dimulainya kegembiraan. Lalu ketika lonceng pulang berbunyi anak-anak akan enggan untuk pulang karena ia tak ingin kesenangannya berhenti.
Ikhtiar untuk mendorong pendidikan sebagai sebuah kegembiraan itu terus kita dorong bersama. Salah satu masalah yang timbul selama ini adalah pendidikan terasa seperti sebuah penderitaan. Ketika menemui guru dan murid mereka mengeluhkan beberapa hal yang tentunya ingin kita bereskan bersama-sama.
Salah satu kabar yang kerap muncul adalah soal ujian nasional (UN). Beragam pendapat muncul mengenai UN. Pendapat tersebut tentu patut kita dengarkan karena pendidikan adalah tanggung jawab setiap orang.
Dalam sebuah kunjungan ke SMA Negeri 89 Rempoa, Jakarta Selatan, beberapa siswa memaparkan masalah dan solusi yang mereka hadapi dari perspektif mereka. Anak-anak kita ini memaparkan tentang Kurikulum, UN, dan banyak hal lainnya. Masukan mereka sangat menarik. Masukan ini sangat berharga karena hadir langsung dari peserta didik yang merupakan pengguna utama dari apa yang akan dan telah kita kerjakan.
Masukan dari peserta didik, guru, kepala sekolah, praktisi pendidikan bersama dengan Tim Evaluasi UN menjadi dasar pertimbangan keputusan mengenai UN. Belum lama ini keputusan tersebut telah kita ambil.
Melalui keputusan itu kita ingin mengubah UN dari sekadar alat atau vonis untuk menilai, menjadi UN sebagai alat belajar. UN kini tidak lagi menentukan kelulusan peserta didik. Kelulusan ditentukan sepenuhnya oleh sekolah. Kita menyadari bahwa sekolahlah yang paling memahami para peserta didiknya.
Salah satu yang mencuat dari UN selama ini adalah efeknya yang membuat perilaku teaching to the test. Guru dan peserta didik memfokuskan pembelajaran hanya untuk mengerjakan ujian semata, tentu ini yang ingin kita ubah. Kita ingin UN bukan hanya menunjukkan hasil belajar melainkan juga sebagai bagian dari proses belajar.
UN sebagai bagian dari proses belajar tentu harus memiliki fungsi untuk perbaikan kualitas pembelajaran di kelas. Salah satu fungsi penting itu adalah fungsi UN sebagai pemetaan capaian dari peserta didik.
Selama ini yang terjadi sistem penilaian UN hanya berisi mata pelajaran dengan angka-angka. Angka-angka ini harus ditafsirkan untuk perkembangan kualitas pembelajaran. Ke depan misalnya dalam pelajaran matematika maka peserta didik tak hanya tahu ia mendapatkan nilai tertentu, melainkan mengetahui kemampuannya di bidang trigonometri, logaritma, dan bidang-bidang lainnya, sehingga peningkatan kapasitas bisa kita lakukan bersama.
Beragam ikhtiar untuk perubahan fungsi UN ini tentu kita maksudkan sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan. Lebih dari itu kita menginginkan ikhtiar perubahan ini tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan kualitas pendidikan tapi mengutip Ki Hadjar, menjadikan sekolah dan pendidikan sebagai sebuah taman.
Pendidikan yang bisa menghadirkan sebuah kegembiraan bagi para pelakunya. Sehingga kelak ketika bel sekolah berbunyi anak-anak kita akan hadir dengan senyum lebar menghiasi wajahnya. (*)
Salam,

Anies Baswedan (http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/pesanmenteri/3884)


MENGUKUR KECERDASAN ANAK DENGAN TUGAS

Oktober 8, 2015

Tugas yang diberikan kepada anak untuk di kerjakan di rumah lebih dikenal dengan pekerjaan rumah. Walaupun tugas itu bisa merupakan tugas proyek, atau pengamatan atau tugas kelompok atau berbagai tugas yang harus di selesaikan anak sampai tuntas, yang di berikan oleh guru si kelas untuk di selesaikan di luar sekolah..
Pemberian tugas bertujuan memberi kepercayaan diri kepada anak untuk dapat merespon dan memberi jawab yang benar terhadap tugas atau pertanyaan yang dilontarkan; dengan demikian anak akan dapat menyatakan konsep pikirnya terhadap tugas yang diberikan kepadanya serta mengasah kecerdasan berpikir dan menulis.
Ketika sekolah melalui gurunya menugaskan murid atau siswa untuk menyelesaikan suatu tugas, maka adalah kewajiban bagi siswa untuk menuntaskan tugasnya sampai selesai dengan berbagai cara yang diinginkannya. Sebab kalau tugas itu dibawa pulang maka ada kesempatan kepada siswa untuk bertanya kepada orang tua atau saudara-saudaranya di rumah. Kalau fasilitasnya lebih lengkap lagi anak dapat browsing (bersilancar) dan menelusuri melalui internet untuk mencari kebenaran data yang diperlukan. Dengan demikian anak semakin mampu menemukan jawab terbaik terhadap semua tugas dan permasalahan yang dihadapinya secara benar. Walapun terkadang belum tentu tepat sebagaimana yang diharapkan.
Oleh sebab itu menjadi tugas dan kewenangan guru untuk memberi penilaian atas tiap solusi atau jawab yang diberikan secara singkat atau terstruktur atau uraian yang diberikan anak sangat baik dan benar.
Sehingga dapat diberikan skala nilai:
A (Amat baik) = jika meliputi 85-100 – data serta kebenaran konsep mendekati yang diharapkan; sesuainya jawab dan langkah-langkah penyelesaiannya atau
B (Baik) = 65-84 – kebenaran sudah mendekati, tetapi kurang didukung data dan konsep pikir yang kurang jelas; ada jawaban tetapi jalan dan langkahnya belum jelas atau
C (Cukup) = 47-64 – Jika seimbang konsep pikirnya antara kebenaran dan kesalahannya; bisa juga punya jawaban tanpa kecermatan jalan temuannya atau
K (Kurang) = 20 – 46 – Jika jawaban salah tetapi anak mau mengerjakannya dapat diberi penghargaan ini dan
0 (Nol)= 00-19 untuk mereka yang tidak bekerja.
Pemerian nilai penting untuk memotivasi anak menjadi lebih bersemangat mengolah dan mengelola semua tugas secara tuntas dan anak akan mengukur kemampuannya melangkah untuk tugas berikutnya. Yang menjadi masalah adalah tidak semua guru mau dan tekun memeriksa setiap tugas yang diberikan, sehingga siswa menjadi malas dan ogah-ogahan menuntaskan tugasnya; sebab hasil kerjanya tidak pernah diketahui nilai hasilnya. Atau guru tidak pernah membagikan hasil pemeriksaannya serta penilaiannya.
[Selamat bertugas semoga anak-anak semakin cerdas]


Kepada Guru Tercinta

November 24, 2012

Selamat pagi Guru,
Ketika aku baru melintasi gerbang sekolah
Engkau telah menekuni tulisan di mejamu.
Baca, tulis dan hitung itu menu terindah yang ku dapat,
Sampai aku bisa berdiri saat ini,
Di tempatku sekarang.
Terima kasih guruku.

Selamat siang Guru,
Sekarang aku sudah bekerja,
Dengan penghasilan yang lebih besar dari guruku.
Maaf aku enggan membagikan kepadamu…… karena aku malu.
Dulu engkau marah-marah karena kebodohanku.
Engkau puji aku ketika nilai terbaik ku raih.
Tetapi sekarang engkau tidak mengenalku lagi,
mungkin catatannya sudah hilang – tentang diriku.
Namun pengabdianmu sungguh mulia.
Terima kasih Guruku.

Selamat malam Guruku,
Ku kenang jasa pengabdianmu,
Ku ukir namamu dalam log hatiku,
Tanpa engkau tidak mungkin aku seperti sekarang ini.
Cinta dan hormatku bagimu,
Sepanjang hayat dikandung badan.
Terima kasih Guruku.

Tamianglayang, 25 November 2012.


KAJIAN KRITIS

Maret 31, 2011

Kajian Kritis atas Tulisan
Program Tahunan Pengawasan Sekolah Kabupaten Barito Timur Tahun 2009/2010
Karya Tim Penyusun Program Pengawasan

Oleh
Bernard Salassa

PENDAHULUAN

Secara umum kajian kritis ini bertujuan menelusuri tulisan tertentu untuk keperluan pengembangan gagasan dalam sebuah PTS. Secara khusus kajian kritis ini bertujuan untuk pemerkaya konsep dan model-model pengembangan gagasan yang telah dilakukan oleh penulis.

Pilihan tulisan jatuh kepada karya Tim Penyusun Program Kepengawasan Kabupaten Barito Timur Tahun 2009/2010 dengan judul Program Tahunan Pengawasan Sekolah Kabupaten Barito Timur Tahun 2009/2010. Tulisan ini diperoleh dari Pengawas Sekolah SMP-SMA Barito Timur pada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga pada tahun 2010. Alasan pemilihan tulisan ini adalah topik yang disajikan bersifat sederhana dan telah lumrah dikenali oleh Pengawas Sekolah, bahkan sudah biasa mereka laksanakan. Tulisan ini dapat memberi kesempatan kepada kita untuk mengaitkan antara bentuk yang selama ini dikenal dan dilakukan oleh pengawas sekolah menuju pembaharuan sesuai dengan isi tulisan ini.

Sejumlah manfaat yang dapat diperoleh dengan melakukan kajian kritis pada tulisan ini adalah:
(1) bagi peserta kegiatan BERMUTU yang belum memilki topik PTS, hasil kajian kritis ini dapat membentangkan jalan menuju identifikasi masalah,
(2) bagi mereka yang sedang menulis, hasil kajian kritis ini dapat menjadi sumber pengembangan gagasan dalam pengembangan kajian pustaka, dan
(3) bagi mereka yang telah melaksanakan penelitian dan sedang dalam proses mengembangkan laporan, kajian kritis ini dapat menjadi bahan perbandingan temuannya.

KAJIAN KRITIS

1. Performasi

Program Tahunan Pengawasan Sekolah Kabupaten Barito Timur Tahun 2009/2010 dibagi ke dalam empat bagian, yaitu (1) Pendahuluan, (2) Identifikasi Hasil Pengawasan dan Kebijakan dalam bidang Pendidikan , (3) Diskripsi Program Pengawasan dan, (4) Penutup.
Tulisan dimaksud disajikan dalam delapan belas halaman dengan spasi satu, dengan menggunakan tipe huruf font 12 times new roman.

2. Pengembangan gagasan

Tim Penyusun Program mengembangkan tulisan ini dengan sejumlah tipe pengembangan gagasan, Setidaknya ada empat model pengembangan gagasan yang digunakan. Pola pengembangan yang digunakannya adalah diskripsi, penajamanan analisis, perincian-definisi, dan pengarusutamaan. Pola penajaman analisis di temukan pada bagian kedua dan ketiga. . Pola perincian-definisi ditemukan pada bagian kedua. Pola pengarusutamaan ditemukan pada bagian pertama, kedua dan ketiga. Sedangkan diskripsi yang variatif yang digunakan dalam tulisan ini membuat tulisan ini menjadi menarik.

3. Fokus Pembahasan

Bagian awal tulisan ini mencantumkan dua hal dalam penguasaan keterampilan mengelola kegiatan.
Pertama, diskripsi dengan menekankan segala tata aturan yang mendasarinya,.Tulisan ini mengurai lebih lanjut mengenai pentingnya keterpaduan tindakan.
Kedua pengarusutamaan yang lebih menekankan pada yang ingin dicapai bagi pengawas sekolah apabila melakukan kegiatan dimaksud. .

Selanjutnya, Tim Penyusun Program mengurai penerapan strategi sebagai salah satu bentuk kegiatan yang harus dipertajam pelaksanaannya. Strategi ini diurai sebagai penjabaran lebih lanjut dari tujuan dilaksanakannya pengawasan.

Tim Penyusun Program memberi pengertian pengawasan sebagai bentuk kegiatan operasional yang harus dipertajam sasarannya untuk menghasilkan kinerja yang optimal. Dalam realisasi kompetensi yang ditekankan adalah kompetensi Sosial yang diimbangi dengan penajaman kompetensi lainnya. Selain itu ditekankan pula kompetensi Kepribadian, sehingga mampu mengembangkan kompetensi-kompetensi selanjutnya.
Menelisik Bab III, memang masih dalam bentuk rencana yang belum dilaksanakan, kalau tidak sering diperhatikan dan dipelajari kembali bagian yang satu ini akan selalu terlewatkan dan jarang disentuh oleh pengawas sekolah dalam keseharian kegiatannya. Oleh sebab itu bagian ini harus mendapat priorotas khusus, agar tidak hanya sangkut disini saja tetapi benar-benar dapat dikerjakan, Karena hanya dengan penilaian yang akurat dapat ditindaklanjuti lebih bagus dihari-hari mendatang.
Demikian juga untuk Pembinaan dan Pengembangan, harus secara intensif diadakan pendampingan dan penguatan agar masing-masing semakin eksis dalam menjalankan fungsinya secara lebih terkendali. Sementara Program Pemantauan sering terlewatkan oleh pengawas sekolah apabila kunjungannya ke sekolah hanya hitungan 1 atau 2 jam kunjung saja; sebab untuk pemantauan harus dapat dilakukan satu hari penuh atau malahan lebih dari itu, Karena yang akan menjadi lebih baik apabila dilakukan secara berkesinambungan dan terkendali serta terdata dengan akurat.

Tim Penyusun Program pengawasan ini dalam merancang dan mempersiapkan program kelihatannya kurang mengadakan pendekatan kepada Kepala Sekolah sebagai partner kerja dalam menuntaskan seluruh rangkaian program sehingga terasa lebih mengokohkan kepentingan pengawasan dari pada kepentingan sekolah secara khusus. Sementara kekuatan dan kesinambungan program harus berpangkal pada kebutuhan sekolah dan segala sesuatu yang sangat mempengaruhi kinerja Kepala Sekolah dan Guru mata pelajaran.

Menarik untuk dicermati lebih lanjut bahwa bagian pendahuluan yang menjadi jiwa dan semangat penyusunan program perlu mendapat perhatian khusus semua pihak, tetapi pada kenyataannya pada urut-urutan yang menjadi DASAR-nya tidak disusun secara sinergis dan beraturan, karena urutan tahunnya tidak berurutan dari yang lebih lama ke bagian yang lebih hanyar atau sebaliknya. Sehingga akan lebih dapat dipahami konsep yang menjadi dasar penyusunan program secara keseluruhannya.
Tulisan yang mencantumkan visi dan misi serta trategis ternyata mengandung gagasan yang dibangun di atas konsep dasar yang baik. Beberapa bagian yang ada dapat digunakan dalam membangun semangat para penyelenggara negara dibidang pendidikan, sehingga pengawas sekolah semakin layak mendapat kehormatan atas prestasi dan pengabdiannya yang jujur dan penuh dedikasi. Poin-poin yang layak dipertimbangkan adalah pemilahan misi yang mengarah kepada tujuan pendidikan serta pemberdayaan semua aparat yang berkecimpung di dunia pendidikan.

Menindaklanjuti tulisan Tim Penyusun Program ini dipandang penting untuk mencobakannya dalam sebuah penelitian. Perlu diperoleh informasi secara nyata melalui fakta lapangan sejauh mana konsep-konsep strategi terhadap identifikasi hasil pengawasan. Tim Penyusun Program yang menyekat strategi identifikasi ke dalam beberapa temuan menarik untuk ditindaklanjuti, belum mendapat penanganan yang berarti, serta belum jelas langkah-langkah apa yang akan dilakukan untuk menanggulangi masalah-masalah dimaksud. Selama ini temuan hanya dilaporkan sebagai pelengkap laporan yang belum pernah ditindaklanjuti atau ditanggulangi secara tuntas dalam setiap pertemuan, baik dilingkup kelas atau pada ruang lingkup sekolah. Dengan menekankan betapa pentingnya langkah penanggulangan sebagai tindaklanjut dari hasil temuan maka kualitas pembelajaran dan pelaksanaan pendidikan pada umumnya akan dapat dicapai. Pelaksanaan pertemuan yang intensif antar pengawas sekolah serta jajaran terkait akan mengawali suatu langkah besar menuju tercapainya hajat hidup para penyelenggara pendidikan.

PENUTUP

Berdasarkan kajian terhadap tulisan Tim Penyusun Program Tahunan Pengawasan Sekolah Kabupaten Barito Timur tahun 2009/2010 di atas dapat ditarik suatu manfaat, yakni perlunya diadakan sebuah PTK dengan topik peningkatan kemampuan kualifikasi kompetensi pengawas sekolah secara terpadu melalui penerapan strategi dan pendekatan yang didukung dengan tersedianya dana/anggaran yang layak bagi para penyelenggara pendidikan disemua lini. Sehingga peningkatan hasil dan kualitas pendidikan akan dapat diwujutkan secara tuntas dengan sistem dan kinerja yang baik dan benar. (Bernard Salassa)


CREDIT UNION

Maret 10, 2011

Bagaimana bekerjasama dengan CU?

Credit union untuk semua orang, tetapi tetap ada ketentuan hukum dan perundang-undangan yang harus dipatuhi bagi setiap orang untuk dapat dilayani dengan baik. Segala ketentuan yang tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga beserta hasil kesepakatan dalam Rapat Anggota dituangkan dalam suatu kebijakan pengurus yang disebar luaskan dikalangan anggota sebagai pemilik Credit Union, kemudian dikenal dikalangan Credit Union sebagai: POLJAK; yang berisikan pola kebijakan kepengurusan Credit Union, sehingga setiap pesertanya memperoleh berbagai fasilitas dan kemudahan dalam bnerurusan di Credit Union.
Bila anda belum termasuk dalam Credit Union, berikut ini adalah cara untuk menemukan dan bergabung dalam Credit Union:

1. Segera hubungi Credit Union terdekat dan nyatakan bahwa anda pun ingin bergabung dan mendapat kesempatan terbaik dalam pengelolaan keuangan dan berbagai kemudahan lainnya. Lihat nomor kontak pada bagian akhir halaman ini..
2. Mintalah kepada atasan anda atau perusahaan tempat anda bekerja atau kepada serikat pekerja untuk membuka akses ke Credit Union terdekat. Atau memang perusahaan anda sudah punya kesepakatan dengan Credit Union dalam hal kemudahan memperoleh pinjaman dan penggajian.
3. Sertakan seluruh anggota keluarga, karena di beberapa Credit Union adalah menjadi kepatutan apabila seluruh anggota keluarga bergabung dan masing-masing memiliki simpanan sahamnya sendiri. Karena yang namanya keluarga tidak hanya terbatas pada ayah, ibu dan anak-anak saja. Tetapi bias saja meluas ke kerabatan yang lebih luas lagi, sampai ke kakek, nenek atau paman, bibi juga sampai ke sauda sepupu dan cucu.
4. Bertanyalah kepada tetangga tentang Credit Union. Karena komunitas keanggotaan Credit Union menyebar dengan pesat pada lingkungan geografis tertentu, bukan berdasarkan latar belakang pekerjaannya atau asosiasi yang menaunginya. Atau kepada kerabat dan teman sehingga anda akan semakin mudah untuk segera bergabung.
5. Baca halaman kuning, siapa tahu anda menemukannya di sana. Tetapi kebanyakan Credit Union jarang beriklan, sehingga anda tidak tahu tentang keberadaannya. Pada halaman kuning ada iklan yang bias saja mencantumkan alamat yang dapat dihubungi untuk mendapatkan informasi tentang syarat-syarat keanggotaannya.
6. Hubungi kami segera pada nomor-nomor yang kami cantumkan di bagian terakhir dari halaman ini dan anda akan mendapatkan informasi singkat untuk segera bergabung, atau kami akan memberitahukan alamat yang perlu segera anda hubungi atau alamat yang paling dekat dengan tempat tinggal anda jika ingin sesegera mungkin bergabung.
7. Periksa database Credit Union yang sedang online atau anda bias langsung menghubungi nomor-nomor berikut ini:
• Banjarmasin, 0526-2091132
• Loksado: 0526-2091132
• Batukambar : 0526-2091132
• Tanjung-Tabalong: 0526-2091132
• Tamianglayang : 0526-2091132 – -(email: bernardsalassa@ymail.com)
• Hayaping : 0526-2091132
• Ampah : 0522-31886 (email: cusumberrejeki.ampah@yahoo.com)
• Buntok : 0525-22289
• Ugangsayu : 085248890503
• Patas: 085248890520
• Kandui : 081349403953
• Muarateweh : 0819-2025101
• Benangin : 0819-2025101
• Nihan : 0519-2707818
• Purukcahu : 0528-31657
• Kotabaru: 0526-2091132
• Palangkaraya: 0522-31886 (email: cusumberrejeki.ampah@yahoo.com)
• Pontianak: Telp-Fax 0561-883075/883274
• Samarinda : 0522-31886 (email: cusumberrejeki.ampah@yahoo.com)


MENJADI PENGAWAS SEKOLAH YANG BAIK

Januari 9, 2010

Perkembangan dan tuntutan zaman bagi pengawas sekolah tahun demi tahun mengalami perbaikan. Sehingga antara generasi kepengawasan sekolah memang tidak perlu dipertentangkan apalagi dibanding-bandingkan, sebab tuntutannya juga sudah berbeda.

Keinginan setiap orang yang pasti adalah semakin baiknya kualitas hasil belajar karena setiap murid sekolah semakin hari semakin cerdas, ulet, tangguh dan pintar, dan tentunya memiliki budi-pekerti yang patut dipuji. Karena memiliki guru yang berwawasan luas selalu hadir di ruang kelasnya saat jadual pembelajaran berlangsung dalam keadaan kuat dan sehat lahir dan batin.Kelompok Kerja Pengawas Sekolah Barito Timur

Untuk itu semua diperlukan pengawas sekolah yang mampu bekerjasama dengan kepala sekolah, guru, siswa dan warga masyarakat pendidikan lainnya. Sebab sorang pengawas sekolah diharapkan memiliki kualifikasi pendidikan minimum magister (S2) kependidikan; yang tentunya sang pengawas sekolah juga sudah berbasis sarjana (S1) dari mata pelajaran yang pernah diampunya dan tentunya dari perguruan tinggi yang tidak diragukan akreditasinya.

Sebagai seorang pengawas sekolah harus mampu meningkatkan kompetensinya yang terdiri dari kompetensi kepribadian, kompetensi supervisi manajerial, kompetensi supervisi akademik, kompetensi evaluasi pendidikan, kompetensi penelitian pengambangan dan kompetensi sosial. Semuanya harus diperjuangkan dan dimantapkan oleh sang pengawas sekolah melalui kinerja yang terukur dan dapat dilihat hasil kerjanya. Dan yang pasti memerlukan dukungan semua pihak dalam mengejawantahkan kerangka acuan pelaksanaan tugas pengawas sekolah.

Kerberhasilan dimaksud diantaranya adalah berhasilnya siswa mengukir prestasi terbaiknya pada saat menjalani berbagai bentuk evaluasi hasil belajar yang dijalaninya. Dan tentunya itu disebabkan adanya guru yang kuat, sehat lahir dan batin serta berkualitas sehingga mampu melaksanakan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Karena dukungan kepala sekolah yang punya potensi sangat mengagumkan dalam mengayomi masyarakat sekolahnya yang beraneka ragam.

Tahun demi tahun akan terus berjalan mengevaluasi perkembangan pendidikan kita yang semakin hari dituntut eksistensinya. Dan semua orang boleh berkata banyak tentang pendidikan yang semakin hari akan mengalami perobahan yang luar biasa. Sementara yang tercecer adalah  mereka yang kurang semangat perubahannya untuk pembaharuan kualitas hidup yang lebih baik. Dan kita cenderung menudingnya sebagai korban dari virus kemiskinan dan kemalasan, yang perlu secara bersama-sama kita memerangi dan menghancurkan secara tuntas.


November 11, 2009

MGMP Ampah